Categorized | Info Kesehatan

Bio Farma Kembangkan Vaksin Nonhewani

Adanya kontroversi mengenai vaksin yang kabarnya mengandung unsur hewan yang diharamkan Islam, seperti vaksin meningitis, PT Bio Farma mulai mengembangkan produksi vaksin yang bahan bakunya non-hewani. “Benar. Kami mengembangkannya. Itu supaya tidak menimbulkan keresahan, utamanya ummat Islam,” kata Corporate Secretary PT Bio Farma Rahman Rustan di Bandung, Rabu (4/8/2010). Dikatakan, sebenarnya bahan baku hewani untuk produk vaksin tidak hanya hewan yang diharamkan Islam, tetapi juga sapi. Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan, lanjutnya, sapi pun dapat mengundang masalah. Itu karena, ada beberapa penyakit berbahaya yang menjangkiti sapi. Misalnya, sapi gila. “Karena itu kami mengembangkan vaksin berbahan baku non-hewani,” tuturnya. Berbicara soal pendanaan pengembangan vaksin berbahan baku non-hewani. Rah man menyebutkan, dana investasinya tidak bersumber pada pemerintah, tetapi swadaya. “Untuk mengembangkan vaksin tersebut, kami berinvestasi besar. Angkanya melebihi Rp 100 miliar,” ungkapnya. Soal nilai ekspor, ungkap Tedi, tahun lalu angkanya mencapai Rp 740 miliar. Target tahun ini sekitar Rp 760 miliar. Sedangkan soal produksi, sampai saat ini volumenya 1,3 miliar dosis per tahun. Kebutuhan nasional sebanyak 200 juta dosis. Sekitar 60 persennya diekspor. (www.kompas.com)

Informasi Lainnya:

Leave a Reply